RelasiManusia dan Alam Dalam Cerita Rakyat - FLORES MUDA Contoh Cerita Rakyat Atau Dongeng Yang Berkaitan Dengan Bencana … Contoh Cerita Rakyat Atau Dongeng Yang Berkaitan Dengan Bencana … Contoh Dongeng yang Berkaitan Dengan Bencana Alam - Penulis Cilik disetip daerah tentu ada cerita rakyat ataupun dongeng yg … 37 Cerita Rakyat Paling Populer di Indonesia (Nusantara) Kumpulan Ketikamusibah bencana alam terjadi barulah menyadari, bahwa ternyata ada peran serta dari ulah manusia sendiri akibat rusaknya lingkungan dan alam. rangka sebagai pengingat bagi bersama terkait kesadaran bersama untuk menjaga keseimbangan dan kelestarian lingkungan dan alam, inilah beberapa cerita rakyat yang sekiranya mengandung pesan dan Meskidemikian, ada satu wilayah yang potensi bencana lebih rendah dibanding yang lain. " Kecuali (pulau) Kalimantan yang agak rendah," ucap dia. Rudy menjelaskan, meski sudah ada peta kerawanan, terjadinya bencana alam seperti gempa bumi tidak dapat terprediksi. " Satu tempat dengan tempat lain pasti berbeda, secara geologis berbeda," ujar dia. BERBAGAIperistiwa bencna alam di Lembah Palu zaman dahulu telah terekam dalam memori kolektif secara turun temurun dalam bentuk cerita rakyat atau legenda. Bukan sekedar dongeng pelipur lara orang-orang tua kepada anak cucunya, melainkan sebuah cara pengungkapan berita yang menyiratkan suatu peristiwa dan perlunya kewaspadaan. CeritaRakyat Meletusnya Gunung Tambora - Tambora menyimpan banyak misteri yang belum terungkap. Tambora merupakan desa yang terkubur abu bersama budayanya oleh letusan gunung Tambora tahun 1815 tanggal 10 April. Gunung berapi dengan letusan terbesar yang pernah ada dalam sejarah. Diperkirakan letusannya 4 kali lipat lebih besar dari letusan Beranda/ Kumpulan Cerita Rakyat Yang Berkaitan Dengan Bencana Alam - Konfrontasi Indonesia Malaysia Wikipedia Bahasa Melayu Ensiklopedia Bebas / Pengayaan tentang cerita rakyat di jepara yang isinya disajikan secara rinci, jelas, runtut, dan komunikatif dengan menggunakan bahasa jawa ragam ngoko alus . Tu5NGEc. Hello, Sobat Ilyas! Apa kabar? Kita semua tahu bahwa bencana alam adalah sebuah kejadian yang tidak dapat dihindari. Namun, sebagai masyarakat kita dapat belajar dari pengalaman dan mengambil pelajaran dari cerita rakyat yang berkaitan dengan bencana alam. Mari kita simak beberapa di antaranya. 1. Legenda Tangkuban Perahu Tangkuban Perahu adalah sebuah gunung yang terletak di Jawa Barat. Menurut legenda yang beredar di masyarakat, dahulu kala ada seorang putri cantik bernama Dayang Sumbi yang tinggal di daerah itu. Suatu hari, ia meminta bantuan kepada seorang raksasa untuk membuatkan sebuah sumur. Namun, raksasa itu menuntut Dayang Sumbi untuk menjadi istrinya. Dayang Sumbi menolak dan mengajukan permintaan terakhir, yaitu meminta raksasa untuk membuatkan sumur dalam waktu semalam. Raksasa menyetujuinya, namun Dayang Sumbi menipu raksasa dengan membunyikan alat musik di tengah malam sehingga raksasa percaya bahwa waktu sudah pagi. Raksasa pun gagal memenuhi permintaan Dayang Sumbi dan melakukan amukan yang mengakibatkan terbentuknya Gunung Tangkuban Perahu. 2. Legenda Gunung Merapi Gunung Merapi adalah gunung api yang terletak di Jawa Tengah. Menurut legenda yang beredar di masyarakat, dahulu kala ada seorang raja yang sedang mencari seorang istri. Ia menemukan seorang wanita cantik yang bernama Sinta. Namun, Sinta tidak ingin menikah dengannya dan kabur ke salah satu gunung di Jawa Tengah. Raja marah dan memerintahkan prajuritnya untuk mengejar Sinta. Namun, Sinta berhasil kabur dan memohon bantuan kepada Dewi Sri, dewi panen yang dipercaya masyarakat sebagai pelindung gunung. Dewi Sri pun membantu Sinta dengan membuatkan sebuah lubang yang mengeluarkan air panas dan membuat prajurit raja mengalami luka bakar. Lubang itu dikenal dengan nama “Kawah Merapi” yang artinya “lubang yang menyala”. 3. Legenda Gunung Krakatau Gunung Krakatau adalah gunung api yang terletak di Selat Sunda. Menurut legenda yang beredar di masyarakat, dahulu kala ada seorang putri yang bernama Rara Kidul. Ia sangat cantik dan mempunyai kekuatan magis yang besar. Suatu hari, Rara Kidul jatuh cinta dengan seorang pria yang bernama Jaka Tarub. Namun, Jaka Tarub memutuskan untuk meninggalkan Rara Kidul karena ia merasa takut dengan kekuatan magis Rara Kidul. Rara Kidul merasa sangat sedih dan marah sehingga ia mengeluarkan kemarahan yang besar dan mengakibatkan terjadinya letusan Gunung Krakatau. 4. Legenda Banjir Bandang di Wasior Wasior adalah sebuah kota kecil yang terletak di Papua Barat. Pada tahun 2010, kota ini dilanda banjir bandang yang mengakibatkan banyak korban jiwa dan kerusakan yang besar. Menurut cerita rakyat yang beredar di masyarakat, banjir bandang ini terjadi karena adanya orang yang tidak mematuhi adat istiadat setempat. Orang tersebut membuka hutan dan mengambil kayu tanpa meminta ijin kepada penguasa setempat. Akibatnya, penguasa setempat marah dan mengeluarkan kutukan yang mengakibatkan terjadinya banjir bandang. 5. Legenda Tsunami di Aceh Tsunami Aceh pada tahun 2004 adalah salah satu bencana alam terbesar yang pernah terjadi di Indonesia. Menurut cerita rakyat yang beredar di masyarakat, tsunami ini terjadi karena adanya orang yang tidak mematuhi adat istiadat setempat. Orang tersebut membuang sampah di laut dan merusak lingkungan laut. Akibatnya, dewa laut marah dan mengeluarkan kutukan yang mengakibatkan terjadinya tsunami yang besar. Kesimpulan Demikianlah beberapa cerita rakyat yang berkaitan dengan bencana alam. Meskipun cerita rakyat ini tidak dapat dijadikan patokan yang pasti, setidaknya kita dapat memetik pelajaran dari cerita tersebut. Mari kita jaga lingkungan dan mematuhi adat istiadat setempat agar terhindar dari bencana alam yang lebih besar. Sampai jumpa kembali di artikel menarik lainnya! Indonesia merupakan negara yang rawan terjadi bencana alam seperti gempa bumi, banjir, dan tanah longsor. Oleh karena itu, masyarakat Indonesia mempunyai banyak cerita rakyat atau dongeng yang berkaitan dengan bencana alam. Dongeng tersebut diwariskan dari generasi ke generasi dan menjadi bagian dari kebudayaan Indonesia. Berikut adalah beberapa contoh dongeng yang berkaitan dengan bencana alam. 1. Legenda Gunung Merapi Gunung Merapi adalah salah satu gunung berapi yang paling aktif di Indonesia. Masyarakat sekitar telah mengenal legenda tentang Gunung Merapi sejak lama. Menurut legenda tersebut, ada seorang putri cantik yang tinggal di sebuah desa di lereng Gunung Merapi. Putri tersebut sangat disayangi oleh masyarakat di desa tersebut karena kebaikan hatinya. Suatu hari, Gunung Merapi meletus dan mengeluarkan lava panas yang mengancam desa tersebut. Putri tersebut berusaha menyelamatkan masyarakat dengan meminta pertolongan pada dewa setempat. Dewa tersebut memberikan sebuah kalung ajaib yang bisa memadamkan api. Putri tersebut kemudian melemparkan kalung tersebut ke arah lava dan terjadi keajaiban. Lava tersebut padam dan desa tersebut selamat dari bencana alam. Kalung tersebut kemudian menjadi pusaka dan diwariskan dari generasi ke generasi sebagai simbol keberanian dan keteladanan. 2. Legenda Banjir Bandang Banjir bandang adalah bencana alam yang sering terjadi di Indonesia. Masyarakat Indonesia mempunyai banyak cerita rakyat atau dongeng yang berkaitan dengan banjir bandang. Salah satunya adalah legenda tentang banjir bandang di sebuah desa. Menurut legenda tersebut, ada seorang petani yang sangat baik hati dan selalu membantu masyarakat sekitar. Suatu hari, desa tersebut dilanda banjir bandang yang sangat besar. Petani tersebut berusaha menyelamatkan masyarakat dengan membuat sebuah perahu dan mengajak mereka untuk naik ke perahu tersebut. Perahu tersebut kemudian melayang-layang di atas air dan terbang ke langit. Masyarakat tersebut selamat dari bencana banjir bandang dan petani tersebut diangkat menjadi pahlawan yang dihormati oleh seluruh masyarakat. 3. Legenda Tanah Longsor Tanah longsor adalah bencana alam yang sering terjadi di Indonesia. Masyarakat Indonesia mempunyai banyak cerita rakyat atau dongeng yang berkaitan dengan tanah longsor. Salah satunya adalah legenda tentang tanah longsor di sebuah desa. Menurut legenda tersebut, ada seorang tukang kayu yang sangat pandai membuat rumah. Suatu hari, desa tersebut dilanda tanah longsor yang sangat besar. Tukang kayu tersebut berusaha menyelamatkan masyarakat dengan membuat sebuah rumah yang sangat kuat dan tahan terhadap tanah longsor. Masyarakat tersebut selamat dari bencana tanah longsor dan rumah tersebut diangkat menjadi simbol kekuatan dan ketahanan. Tukang kayu tersebut kemudian dihormati oleh seluruh masyarakat sebagai pahlawan. 4. Kesimpulan Dongeng yang berkaitan dengan bencana alam merupakan bagian dari kebudayaan Indonesia. Dongeng tersebut mengandung pesan moral dan nilai-nilai kebaikan yang dapat dijadikan sebagai inspirasi dalam menghadapi bencana alam. Oleh karena itu, kita sebagai masyarakat Indonesia harus menjaga kebudayaan tersebut agar tidak hilang. Navigasi pos Sebagai seorang pelajar, mungkin kamu pernah mendengar istilah domain. Domain adalah nama unik dan spesifik yang digunakan untuk mengidentifikasi sebuah… Apakah Anda sedang mencari aplikasi bahasa Indonesia untuk Android? Jika iya, Anda beruntung karena artikel ini akan membantu Anda menemukan… BERBAGAI peristiwa bencna alam di Lembah Palu zaman dahulu telah terekam dalam memori kolektif secara turun temurun dalam bentuk cerita rakyat atau legenda. Bukan sekedar dongeng pelipur lara orang-orang tua kepada anak cucunya, melainkan sebuah cara pengungkapan berita yang menyiratkan suatu peristiwa dan perlunya kewaspadaan. Kearifan budaya lokal itu beberapa contoh bisa ditampilkan berikut ini; Cerita tentang dikeramatkannya kucing sebagai binatang peliharaan rumah yang tidak boleh disiram air atau disakiti. Konon dapat mengakibatkan hujan deras dan banjir bah. Sebagian masyarakat tradisional di Lembah Palu masih mempercayai hal ini sebagai bentuk rasa sayang pada binatang peliharaan paling dekat dengan manusia. Syahdan suatu masa di Tanah Kaili, seekor kucing menyelam ke dalam sebuah telaga mengambil jarum milik Sang Putri yang jatuh. Akibatnya, kucing itu basah kuyub dan tak lama kemudian hujan deras dan banjir datang mengakibatkan kerusakan dan genangan air bah. Dalam mitologi beberapa suku di Sulawesi Tengah, kucing masih disakralkan tidak boleh disakiti atau disiram karena dipercaya akan menimbulkan bencana. Hal ini sekedar contoh tentang perlunya keseimbangan alam, manusia dan makhluk di dalamnya yang disimbolkan dengan kucing yang harus diperlakukan sesuai habitatnya. Legenda paling umum dikenal orang-orang tua di Sigi maupun di Donggala adalah tentang terjadinya Lembah Palu dan Danau Lindu. Konon tepi laut zaman dahulu dari Ganti di wilayah barat Donggala hingga ke arah selatan kampung Bangga dan Bora Sigi. Alkisah, dalam sebuah pelayaran dari lautan utara menuju lautan selatan, Sawerigading singgah di perairan laut Kaili dengan menambatkan perahunya di pelabuhan Bora wilayah Kerajaan Sigi Namun pada saat itu tanpa diketahui, ternyata anjing raksasa miliknya bernama Labolong turun ke darat tanpa diketahui. Pada saat mengejar buruan, Labolong terperosot dan jatuh ke dalam telaga yang menjadi kubangan tempat berdiamnya belut raksasa bernama Lindu. Maka seketika itu juga sang Lindu langsung menggigit kaki Labolong yang perkasa. Sebagai anjing pemburu, Labolong tak rela diusir begitu saja. Meskipun memberi alasan pada Lindu tentang kehadirannya di tepi telaga, tetapi alasan itu tidak digubris sang raja belut. Bahkan terus menyerang hingga Labolong yang kemudian berhasil keluar dari kubangan Lindu dengan kaki dan punggungnya sudah berdarah kena gigitan penguasa telaga itu. Saking dahsyatnya perkelahian antara kedua binatang raksasa itu, mengakibatkan gempa bumi dahsyat, menggetarkan jagad raya. Akibat pertarungan itu pula, air kubangan tempat berdiamnya Lindu berubah menjadi air bah. Terus mengalir seakan tiada henti. Telaga yang tadinya hanya kecil kemudian melebar dan air yang keluar dari perut bumi pun meluap hingga mengalir ke segala arah. Pohon-pohonan bertumbangan dan bukit-bukit di sekitar tempat sekitarnya luluh-lantak diterjang banjir bandang. Peristiwa gempa ini getarannya terasa sampai di pusat Kerajaan Sigi di arah utara tempat kapal Sawerigading berlabuh. Gempa bumi dan banjir besar dengan tanah longsor yang tumpah dari lereng pegunungan sekeliling laut teluk hingga menutupi laut Kaili. Maka sejak itu perairan teluk Kaili yang sebelumnya menjadi tempat pelayaran, akhirnya mengering menjadi daratan seperti yang terlihat saat ini menjadi Lembah Palu. Terkait sebutan Loli Tasiburi di Kecamatan banawa, dalam legenda juga dikaitkan peristiwa perkelahian anjing Labolong dengan Lindu. Konon, ketika perkelahian itu tanpa sadar Labolong dan belut raksasa itu hanyut dan terdampar di Kampung Loli Tasiburi yang kini bagian dari tepi barat Teluk Palu wilayah Banawa, Donggala. Di sinilah kedua binatang itu mati tenggelam. Sejak itu pula tempatnya dinamai Tasiburi artinya laut yang hitam, karena tempat matinya Labolong dan secara alamiah keberadaan laut di tempat tersebut cukup dalam. Dalam bahasa Bugis Labolong berarti hitam dan dalam bahasa Kaili disebut Buri. Bekas yang dilalui Lindu saat diseret dari lubangnya menjadi aliran sungai besar yang kini disebut Sungai Palu. Sedangkan bekas kubangan belut raksasa dinamai Danau Lindu yang saat ini dikenal sebagai hulu sungai Palu. Sampai sekarang masih banyak belut hidup di Danau Lindu, meskipun tidak lagi yang bentuknya raksasa seperti zaman dahulu. Danau itu terletak di sebuah dataran tinggi dalam wilayah Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi dikeliling kawasan Taman Nasional Lore Lindu. Ada pulang peristiwa bencana alam yang terekam dalam memori warga Watusampu Vatusampu di zaman dahulu. Suiatu masa hujan deras disertai halilintar yang terus bergemuruh sepanjang siang dan malam. Mendung yang terus menggantung di langit, menumpahkan air seakan tiada henti. Air bah mengalir selama dua hari dari lereng-lereng gunung di kawsan Watusampu. Lama kelamaan tumpukkan tanah dan bebatuan dari lereng gunung terbawa air semakin banyak hingga menutupi seluruh tepian pantai Teluk Kaili Teluk Palu wilayah barat menjadi daratan. Di ataranya kini dinamai Watusampu salah satu permukiman tua yang secara administrasi masuk wilayah Kecamatan Ulujadi. Di kawasan ini terdapat sebuah makam berusia ratusan tahun ikut tergeser dari arah lereng pegunungan ke tepi pantai dalam posisi yang tetap utuh. Makam tersebut berada di perairan beberapa meter dari tepi pantai yang oleh masyarakat Watusampu menamainya makam Pue Pasu. Seorang tokoh yang dikeramatkan, dianggap memiliki kearifan dan kedidayaan dalam menyatukan kelompok-kelompok etnis serumpun di Lembah Kaili. Memiliki hubungan sosial yang luas, sering melakukan pelayaran ke berbagai kawasan di Nusnatara, bahkan konon berlayar sampai ke Tanah Cina dengan kemampuan luar biasa dalam menaklukkan lautan. Ganasnya gelombang lautan tidak menggetarkan jiwanya setiap berlayar dan tidak mengenal situasi cuaca seburuk apapun kalau mau berlayar akan dilakukan. Posisi makam Pue Pasu yang semula berada di lereng gunung kemudian berada di tepi pantai, menyiratkan suatu peristiwa alam banjir dan longsor pernah terjadi. Mengakibatkan pergeseran tanah dan berbagai material sehingga sebagian batu besar termasuk makam bergeser ke tepi pantai. Secara toponim dalam cerita rakyat, tempat pembangunan rumah pertama di tepi pantai itu terdapat sebuah batu besar yang dinamai Vatu Sampau. Vatu berarti batu dan Sampau berarti serumpun. Secara harfiah bermakna serumpun batu. Masyarakat kemudian menamainya Vatu Sampu yang belakangan dalam penulisan popular dikenal Watusampu. JAMRIN ABUBAKAR